1. Androidify Ganteng hahahaaaaa

    Androidify Ganteng hahahaaaaa

  2. "Saya mulai merasa T-A-K-U-T"
  3. Makasih Fachry Ramadhan :D

    Makasih Fachry Ramadhan :D

  4. Dia

    Dia, menjadi seseorang yang saya benci ketika menyebutkan satu nama. Nama yang selalu saya inginkan dan mungkin tidak akan pernah bisa saya capai.

    Dia, menjadi seseorang yang saya cari ketika saya kehilangan arah. Arah yang harus saya lalui sebaiknya, walau tidak sepenuhnya yang ia katakan itu benar.

    Dia, namanya yang sering aku teriakan, entah karena kesal ataupun bangga karena mengenalnya.

    Dia adalah seseorang, seseorang yang sebaiknya hanya saya yang tau.

  5. Pikiran kembali menjadi tidak waras, semua penekanan ini, ingin kubunuh saja DIA

    Tapi mengumpat hanya menjadi satu-satunya cara, dan mencipatakn hati yang kian kropos

  6. "19"
  7. Minta Petunjuk, Datanglah GAJAH

    • Kak Reza: temen saya taun lalu shalat istikharoh minta petunjuk gitu
    • saya: oh iya? aku kira dia orang yang yakin kayak kakak
    • Kak Reza: yeee, gak gitu juga. Iya dia tu minta petunjuk antara UGM sama ITB, tau gak dia dapetnya apa?
    • saya: apa?
    • Kak Reza: dia mimpi gajah! Di mimpinya dia pergi ke kebun binatang, terus liat gajah
    • saya: jadi dia milih apa? ITB sama UGM sama-sama gajah lah, Istitut Gajah lah itu mah hahahaha
    • Kak Reza: hahahaha, jadinya di UGM
    • saya: waaaaaa
  8. "Karena kami MINORITAS, saya pun MINORITAS"
    kita, saya
  9. Percaya dari SINI

    Saya baru mengenal oran itu Selasa kemarin, namanya Reza, mahasiswa ITB tahun 2011 kemarin, dia bilang dia orang Jakarta tapi sejak SD tinggal di Bandung. Saya bilang itu artinya dia termasuk orang Bandung, tapi dia tetap tidak setuju dan mengangap dirinya orang Jakarta.

    Itu bukan sesuatu yang penting dari percakapan kami saat itu.

    Saya sedang terkena Syndrome Takut Gagal ketika saya berbicara dengannya.

    Orang yang pernah menjadi ‘minoritas’ seperti saya sekarang itu mengatakan sesuatu yang entah mengapa cukup membuat saya bersemangat, lebih bersemangat lagi.

    Kata-katanya yang saya ingat adalah, “Percaya, percaya akan diri kamu sendiri, percaya dari sini (menunjuk dadanya), kalau kamu gak bisa percaya diri kamu sendiri gimana orang lain bisa percaya sama kamu, percaya dan tenang.” Berkali-kali dia menujukkan dadanya sebagai penekanan, matanya tanpa ekspresi yang bisa saya baca dengan jelas.

    Tapi saya bisa merasakan bantuannya menyemakati saya.

    Terima kasih Kak Reza

  10. Gak rela.

    Dia memang bukan benda hidup yang bisa berkomentar setiap keluhan yang saya utarakan padanya.

    Dia juga bukan benda hidup yang bisa menghibut saya ketika masa-masa sulit.

    Tapi waktu ayah bilang dia akan dijual saya mulai merasa kehilangan.

    TRY, terima kasih untuk masa-masa menyenangkan selama ini.

About me

(Dika Puji (18) Indonesia)
Semuanya akan tampak berbeda ketika kita bisa melihat sesuatu di sisi yang berbeda...

Likes