Saya baru mengenal oran itu Selasa kemarin, namanya Reza, mahasiswa ITB tahun 2011 kemarin, dia bilang dia orang Jakarta tapi sejak SD tinggal di Bandung. Saya bilang itu artinya dia termasuk orang Bandung, tapi dia tetap tidak setuju dan mengangap dirinya orang Jakarta.
Itu bukan sesuatu yang penting dari percakapan kami saat itu.
Saya sedang terkena Syndrome Takut Gagal ketika saya berbicara dengannya.
Orang yang pernah menjadi ‘minoritas’ seperti saya sekarang itu mengatakan sesuatu yang entah mengapa cukup membuat saya bersemangat, lebih bersemangat lagi.
Kata-katanya yang saya ingat adalah, “Percaya, percaya akan diri kamu sendiri, percaya dari sini (menunjuk dadanya), kalau kamu gak bisa percaya diri kamu sendiri gimana orang lain bisa percaya sama kamu, percaya dan tenang.” Berkali-kali dia menujukkan dadanya sebagai penekanan, matanya tanpa ekspresi yang bisa saya baca dengan jelas.
Tapi saya bisa merasakan bantuannya menyemakati saya.
Terima kasih Kak Reza